Di mana panjang keseluruhan (a+b) dibagi dengan bagian yang lebih panjang (a) mempunyai nilai yang sama dengan bagian yang panjang (a) dibagi dengan bagian yang pendek (b) atau singkatnya:
Hasil pembagian itu selalu sama, yaitu: 1,618 (setelah pembulatan)
Lalu bagaimana dengan deretan angka ini 0;1;1;2;3;5;8;13;21;34;... dst. Tahukah apa angka selanjutnya? oke tentu jawabannya adalah 55. Dari mana angka ini diperoleh? Bukan hanya asal tulis, melainkan angka tersebut muncul akibat penjumlahan 2 angka di depannya. Deretan angka inilah merupakan deret Fibonanci.
Pada abad ke 12, Leonardo Fibonacci seorang pakar matematika yang berasal dari Italia, sebagai hasil perenungannya selama bertahun-tahun telah menemukan sebuah deret angka yang nampaknya sederhana, namun mendasari kaitan matematis di balik Phi. Ternyata pembagian antara sebuah angka dengan angka lebih kecil di sebelahnya selalu mendekati nilai Phi. Misalnya, 5 dibagi dengan 3, 8:5, 13:8 dan seterusnya.
Jika penjelasannya seperti itu, lalu apa istimewanya? Para pembaca sekalian, ternyata angka 1,618 atau 'Pembagian Agung' dan 'Deret Fibonancci' terdapat di tubuh kita. Apa maksudnya? Mari sekarang kita perhatikan tangan kita, amati proporsinya. Setiap ruas jari telunjuk, mulai dari ujung jari sampai ke pergelangan tangan, lebih besar dari ruas sebelumnya, perbandingannya kira-kira 1,618 kalinya, juga cocok dengan Angka Fibonacci: 2, 3, 5, dan 8.
Menakjubkan bukan? ada lagi fakta lainnya. Tangan Anda juga mengandung Pembagian Agung. Seluruh panjang lengan Anda dari siku sampai ke ujung jari dibagi dengan jarak dari siku sampai pergelangan adalah 1,618 juga! Sekali lagi itu Pembagian Agung.
Jarak antara bibir bagian atas dan hidung jika diukur dari dagu. Jarak antara bibir bawah ke dagu dibanding dengan jarak antara bibir atas ke batas awal lobang hidung. Juga perbandingan antara jarak dagu ke hidung dibanding jarak hidung ke kening bagian atas pada permukaan batok kepala bagian atas. Juga perbandingan antara lebar wajah dan panjang wajah, panjang mulut dan jarak dari mata sebelah kanan ke mata sebelah kiri. Ini semua menunjukkan angka rasio emas ; angka 1,618, disain yang sempurna”.
Demikian juga pada tumbuhan, pertumbuhan cabang-cabangnya, panjangnya mengikuti Pembagian Agung sedangkan jumlah cabangnya mengikuti Deret Fibonacci.
(Pertumbuhan cabangnya mengikuti deret Vibonacci, sedangkan panjang batangnya mengikuti Pembagian Agung)
Sekarang mari kita perhatikan gambar
rekaman ECG (Electrocardiogram) berikut ini, denyut jantung normal
seseorang mempunyai irama Phi, dengan titik T sebuah ECG jatuh pada
titik Phi sebuah siklus ritmik jantung.
Sang pencipta selalu menggunakan angka yang sama persis dalam berbagai peristiwa di alam semesta, di dalam denyutan jantung, aspek rasio spiral DNA kemudian disain khusus alam semesta yang disebut ‘dodecehadron’ , juga didalam aturan susunan daun tanaman yang disebut ‘phylotaxy’, dalam bentuk serpihan kristal salju, dalam struktur spiral berbagai galaksi Sang Pencipta telah menggunakan angka yang sama, angka ‘rasio emas’ : angka 1,618.
Bukankah ini bukti nyata akan kekuasaan Alloh SWT yang telah memikirkan segala sesuatunya di muka bumi ini untuk hambaNya. Dan semua yang Alloh ciptakan terdapat tanda-tanda kuasaNya. Alloh SWT telah MENYUSUN segala bentuk kejadian dengan sempurna. Selain ini semua, ternyata banyak hal lain seperti matematika, musik, tatasurya dan sebagainya juga berlandaskan pada Pembagian Agung ini.
Termasuk di dalamnya, posisi Ka'bah tempat umat Islam berpusat. Angka 1,618 sangatlah identik dengan Ka'bah. Ka'bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahiim a.s. beserta putranya Nabi Ismail a.s. bukanlah asal dibangun dan bukanlah asal berdiri. Jika ditelaah lebih mendalam jarak antara Ka'bah dan kutub utara dengan jarak Ka'bah dengan kutub selatan, dimana jarak terpanjang dibagi dengan jarak terpendek hasilnya 1,618. Begitu juga jarak antara Ka'bah ke barat dan Ka'bah ke timur, dimana sisi panjang di bagi sisi pendek juga akan mendapatkan hasil 1,618. begitupula jarak diagonalnya. Dengan cara yang sama akan menghasilkan angka yang sama 1,618. Dan jarak antara Ka'bah ke Timur dan ke Barat lebih simetris dibandingkan dengan jarak dari Greenwich Mean Time (GMT).
Dalam sebuah penelitian, ditengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan ada suatu daerah yang bernama 'Zero Magnetism Area' artinya adalah bila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besar dari ke dua kutub.
Fakta-fakta tersebut membuktikan bahwa:
- Islam lebih dahulu memahami tentang perkembangan ilmu pengetahuan yang terus terungkap oleh para peneliti-peneliti.
- Alloh SWT, Tuhan semesta alam telah membuat segala sesuatunya dengan sempurna tanpa celah
- Ka'bah, pusat kekuatan Islam memiliki banyak keajaiban yang terus menerus terungkap. Sungguh akan merasa rugi manusia yang seumur hidupnya belum merasakan berada di tempat ajaib tersebut.
- Berbanggalah kita semua sebagai umat muslim.
- Ade Humaidi. 2011. Keadilan Tuhan di titik 1,618 diambil dari adehumaidi.com
- 2010. Angka, Al-Qur'an, dan Alam Semesta, diambil dari worldwideword.wordpress.com
- Bernard Prasodjo.2010. 1,618: Pembagian Agung. diambil dari pranaindonesia.wordpress.com
- Ali, Muhammad. 2013. Angka 1,618 dan Hubungannya dengan Ka'bah, diambil dari http://penaall.blogspot.com
0 Response to "Misteri di balik angka 1,618"
Posting Komentar